Naruto - Nara Shikamaru Ariz's Blog: 2000
Hallo, saya Mohamad aris febriyanto saya akan share beberapa cerita, selamat menikmati

Thursday, July 13, 2000

#Cinta_Datang_Terlambat


 “Hai, kenalin aku Bagas. Kamu?” ucapnya sambil tersenyum. J “Namaku Abel Leonie Karia” Balasku ;) . Setidaknya itu yg masih ku ingat saat pertama kali bertemu dengannya di sebuah lorong saat acara MOS SMA. “Sungguh tahun-tahun yang sangat indah” ucapku dalam hati ketika mengingat saat di SMA. “Besok adalah hari terpenting dalam hidupku, aku akan bertemu dengan sahabat-sahabatku” pikirku senang. “Aku akan mengenangnya sambil membaca diary ini” kataku dalam hati J

“14, bulan 7 tahun 2005!! -_- ” ucapku saat senior bertanya tanggal hari ini -_- . Hari ini adalah hari pertamaku masuk kelas. Aku masuk kelas X.1 bersama Bagas, aku merasa senang karena satu-satunya orang yang sekarang aku kenal bisa bareng :D . Aku duduk disampingnya walaupun beda tempat duduk, karena masih pakai kursi yang gabung dengan mejanya. Jadi duduknya satu-satu J. Aku merasa sangat nyaman berteman dengannya. Saat pulang sekolahpun aku bersamanya karena ternyata rumah kita satu komplek.
Keesokan harinya, aku menunggu Bagas di depan rumah bersama mamahku. “Selamat pagi tante” ucap Bagas pada Mamahku setelah sampai. “Jaga Leonie baik-baik ya dek Bagas” jawab mamahku. Saat di jalanpun aku selalu bercanda dengannya, seperti layaknya teman yang sudah kenal lama. Di sekolah juga  awalnya selalu berdua namun setelah mengenal teman-teman lain, aku dan bagas sudah bisa membaur dengan mereka.
“Udah sebulan kita sekolah disini, perasaan kalian gimana?” tanyaku kepada teman-teman yang selalu bersamaku. Mereka adalah Rani, Yuki, Tomi dan tentunya Bagas ^_^ . “Awalnya aku males banget sekolah disini, udah ga ada temen. Ga ada yg ganteng juga :v “ jawab Rani dengan kata ‘Alay’nya . “Sshhh, apaan coba!! :/ Ada kali yang paling ganteng di sekolah ini.” Ucap Tomi ga terima. “Sapa coba? Oh iya Rangga Ketua OSIS kita!! J” Jawab Yuki dengan muka polosnya. “Salah tuh, yang paling Tamvan di sekolah kita itu ‘Duo Migas’ Tomi Bagas” ucap Bagas kepedean. “Hah? Singkatan kalian jelek banget :3 “ Jawabku dan semuanya tertawa :D .
Suatu hari ada kegiatan kelompok pelajaran Fisika. Aku sangat bersyukur karena sahabat-sahabatku masuk kelompokku. Aku selalu senang jika bersama mereka, selain asik mereka juga selalu mengerti satu sama lain. Dan pada saat itupun kami membuat suatu perjanjian yang isinya “Kami berlima: Leonita, Rani, Yuki, Tomi, dan Bagas. Berjanji akan selalu menjadi sahabat sampai kapanpun. Tak ada rasa sayang melebihi sahabat. Dan jika suatu saat kita mempunyai pacar, kita harus mementingkan sahabat dari pada pacar.” Awalnya aku sedikit merasa keberatan karena sebenarnya aku punya rasa sama Bagas L. “Tapi bagaimanapun aku menghargai perjanjian yang telah kita buat” pikirku.
Tak terasa, tidak lama lagi kami akan melaksanakan UAS kelas X. Kami memutuskan untuk serius menghadapinya, dan hanya akan bertemu di sekolah saja. Aku duduk disamping kaka kelasku yang bernama Rangga, ketua OSIS SMA ini. Dia sangat berwibawa dan pintar, terbukti karena semua temannya selalu meminta jawaban padanya. Selain itu juga ka Rangga sangat keren dan tampan ^_^ . Saat aku kebingungan untuk menjawabpun, ka Rangga selalu memberikan jawaban kepadaku. Aku mulai mengaguminya dan mencoba melupakan Bagas. Aku mencoba untuk menjalani cinta bersamanya karena dia selalu membuatku nyaman. J
Enam hari berlalu, besok adalah UAS terakhir dan kita semua dari kelas X.1 sampai X.12 harus Menyanyi untuk melaksanakan UAS Seni Budaya. Sepulang sekolah aku langsung latihan, Kata teman-teman suaraku sangat merdu. Bukannya aku menyombongkan diri tapi itu memang kenyataannya :D terbukti saat aku Menjuarai The Best Singer di tingkat Provinsi.
Keesokan harinya aku bangun pagi-pagi dan siap-siap untuk berangkat karena sudah tidak sabar untuk melihat teman-temanku menunjukan bakatnya. Aku berangkat bersama Ka Rangga Pacar pertamaku. Sampainya di Sekolah, aku melihat sahabatku sedang berkumpul. Tapi aku melihat perbedaan dari diri Bagas. “Kamu sakit?” tanyaku khawatir. “Ngga ko, emang kenapa? Aku keliatan beda yah? Aku tambah ganteng kn? ^_^ “ jawabnya mengejekku. “Udah mau mulai tuh, ke Aula yuk” ajak Rani. Akhirmya kita semua pergi kesana. Aku mendapat urutan ke 10 karena sesuai dengan urutan kelas. Saat namaku disebut aku langsung ke depan dan semua orang yang ada disitu memberi tepuk tangan yang sangat meriah. Aku sangat senang dengan situasi ini, tiba-tiba HandPhoneku berbunyi aku langsung  membukanya ternyata sms dari Bagas “Semangat Singaku <3 ” hatiku menjadi semakin berdebar karena bahagianya. Bagas selalu memanggilku singa  sejak MOS itu. Aku menyanyi sebuah lagu OST. Titanic My Heart Will Go On. Semuanya hening dan aku berhasil menyanyikannya tanpa ada kesalahan. Juri memberi ‘standing applause’ kepadaku dan itu membuatku semakin senang. Sampainya di tempat duduk aku diberi selamat oleh sahabat-sahabatku, dan Bagas hanya tersenyum dan memberiku jempol :D . Tak lama semua sahabat-sahabatku tampil Rani menyanyikan lagu dari Cinta Laura – Guardian angel. Yuki lagu dari Negara asalnya Jepang Kokoro no Tomo. Dan Tomi lagu dari band favoritenya Peterpan :v . “Minder banget, semuanya nyanyi lagu terkenal. Lah aku Cuma lagu band pendatang baru” ucap Bagas. Bagas akan tampil terakhir karena sesuai Absen.
“Dan peserta terakhir kita di kelas X.1 Zaffran Bagas Yudhistira dipersilahkan maju ke depan” ucap pembawa acara diikuti tepuk tangan semua penonton. Bagas terlihat berbeda dengan peserta yang lain karena dia tidak lipsing melainkan menggunakan gitarnya sendiri. “Masih semangat semua? Disini saya akan menyanyikan sebuah lagu dari Rama yang berjudul Lagu Cinta”
“Aku mencintaimu, Seperti bintang yang mencintai malam….” Terdengar suara merdu Bagas yang terlihat sangat menjiwai lagu itu. Aku melihat dia meneteskan air mata, aku sangat terbawa dengan lagunya membuat mataku berkaca-kaca :’) . Setelah selesai, semua penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, seolah-olah Bagas telah menghipnotis mereka. Tapi Bagas langsung pergi entah kemana. Setelah penampilan Bagas, kami hanya berempat menonton kelas lain. Aku mencoba menghubunginya namun tak ada jawaban. Aku mencoba keluar Aula dan pergi ke kopsis untuk membeli minum, di kopsis aku bertemu dengan kak Rangga. “Penampilan yang keren sayang” J ucapnya sambil memberiku sebotol minuman. “Makasih kak” J jawabku. “Kak, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan” sambungku. Setelah duduk aku bilang ke ka Rangga kalo aku akan segera meninggalkan SMA ini. Awalnya ka Rangga tidak mengerti apa yang aku maksud. “Aku akan pindah ke Australia ikut ayahku. Jadi dari pada kakak galau. Lebih baik kita temenan saja yah” ^_^ jelasku. Kak Rangga akhirnya mengerti namun ada rasa sedikit kecewa didalam hatinya. “Maaf kak, tapi ini semua yang terbaik” kataku menenangkannya. Dia kemudian memelukku, saat aku berada dipelukannya aku melihat Bagas. Tapi dia langsung pergi. “Mungkin dia mau ke Aula lagi” pikirku.
Akhirnya aku kembali ke Aula dan memberikan kabar kepindahanku. Semua sahabatku menangis, aku juga tidak bisa menahan air mataku. :’(  “Aku akan selalu ingat kalian, aku juga pasti memberi kabar.” Kataku kepada mereka.
Keesokan harinya adalah hari minggu, aku berencana untuk ke rumah Bagas. Karena kemarin aku belum berpamitan. Tapi saat aku sampai di rumahnya, ternyata dia sedang pergi. Rumahnya terlihat kosong, pintunya juga di kunci. Aku pulang dan menyiapkan barang-barangku untuk dibawa ke Australia.
Aku mengambil fotoku dengan para sahabatku, aku memandangi mereka satu persatu, dan mengingat saat-saat bersama dengan mereka. “Sungguh suasana yang sangat indah” pikirku sambil tersenyum.
“hhhuuuuaaahhh” :o “udah 3 jam aku baca diary ini. Aku akan tidur dan bertemu dengan mereka besok pagi” J
Keesokan paginya
“Hai. Apa kabar? Aku Leonie, masih ingat kan?” ucapku ketika Rani mengangkat telvonku. “Hah ini benar Leonie? Ya ampun aku ga percaya. Tumben banget kmu telvon!! :/ udah 7 tahun kamu ninggalin aku. Ga kasih kabar juga!!” jawab Rani dengan crewetnya. “Hahaha :D ga ada berubahnya yah kamu? Maaf deh, aku sibuk disana. Kalian berempat sehat semua kn?” tanyaku. “Aduhhh, bentar yah ini lagi banyak pelanggan. Reuni nanti malam datang kn? Kita lanjut disana yah? Bye” jawab Rani sambil menutup telvonnya. Aku lanjut telvon ke Tomi, “Hallo? Dengan siapa ini?” terdengar suara Tomi disana. “ini Tomi kn? Aku Leonie teman SMA.” Jawabku “Eh, Apa kabar?” Tanya Tomi singkat seperti waktu SMA dulu. “Baik, kamu sendiri gimana? Kamu Punya nomor Hpnya Yuki sama Bagas?” tanyaku “Aku baik, Yuki kayanya belum pulang. Dia nglanjutin study ke Jepang. Kita lanjut ngobrol nanti malam yah” kata Tomi mengakhiri pembicaraan singkat itu. “Aku sangat merindukan mereka” ucapku sambil memandang foto saat SMA dulu.
Tak terasa malampun datang, aku sudah bersiap dengan gaun rancanganku sendiri untuk datang ke acara Reuni angkatanku ini, yah walaupun aku hanya satu tahun disitu. Tapi aku kangen semua teman-temanku. Sampainya disana aku bertemu dengan ka Rangga. Ternyata dia sudah mempunyai anak yang sangat lucu. Aku berbincang dengannya dan tak lama Tomi menghampiriku. Aku berpelukan dengannya meluapkan rasa rindu ini pada sahabatku yang sangat pendiam ini. “Leooooo…” terdengar suara Rani berlari dan langsung memelukku. “aku kangen banget sama kamu” sambungnya. Kami bertiga duduk bersama teman-teman lainnya. “Bagas kemana? Kok belum datang” tanyaku bingung. Tomi dan Rani saling memandang dan “Kamu di Australia ngapain ajah?” tiba-tiba Rani memotong pertanyaanku. Aku menjawab semua pertanyaannya. Dan tak lama, terdengar suara Bagas bernyanyi. Aku sangat senang mendengar ini, tapi ternyata hanya tayangan di LCD yang diputar untuk mengingat kenangan lalu. Aku ditarik Rani dan Tomi ke Lobi. “Leo, aku mau jujur sama kamu. Tapi please, kamu ga usah sedih dengan hal ini” Kata Tomi serius. “Maksud kamu apa Tom, aku ga ngerti” kataku. “Coba bilang. tenang, dan katakan semuanya apa yang terjadi” sambungku. “Rani, sebenernya ada apa? Kenapa kalian jadi seperti ini?” tanyaku bingung pada Rani. “Kamu sekarang liat itu, perhatikan baik” kata Tomi menunjuk kepada layar projector.
in memoriam Zaffran Bagas Yudhistira”
“M,,ma,,maksudnya? Ini lelucon kan?” kataku terbata-bata. “Jangan Tom, jangan bilang kalo Bagas udah ga ada!!!” Teriakku kepada Tomi. “Maaf Leonie. Kami merahasiakan ini biar kamu lebih tenang” kata Rani menenangkanku. “Apa?!! Tenang? Mana mungkin aku bisa klo Bagas ninggalin aku!! Otak kalian pada kemana!! HAH!!” Bentakku. Aku tak bisa menerimanya :’( . “Aku masih ga percaya dengan semua ini, aku yakin ini hanya sebuah lelucon” aku menangis dan berlari ke arah semua tamu undangan. Aku mencarinya, setiap muka aku lihat dan berharap ada Bagas disana. “Leonie sudah, Bagas sudah tenang disana” kata Tomi berteriak. Kakiku terasa sangat lemas, aku terjatuh dan tak bisa berdiri lagi. Rani datang dan menenangkanku. “Ini titipan dari Bagas” kata Tomi sambil memberikanku sebuah Kotak. Aku membukanya dan ada sebuah surat dari Bagas.
“Singa :* ? Jaga diri baik-baik yah?
Ingat saat pertama kita berkenalan? Masa-masa yang indah dalam hidupku adalah saat bersamamu, sangat disayangkan aku tidak bisa berada di sampingmu selamanya. Maaf sudah menutupi penyakitku ini, Hanya Tomi yang tau tentang ini semua. Hal terbodoh yang pernah aku lakukan adalah membuat peraturan supaya kita berlima tidak ada yang berpacaran, sebenarnya aku hanya ingin mempunyai teman selamanya seperti kamu, Tomi, Yuki dan Rani. Karena jika salah satu dari kita ada yang saling suka, suatu saat pasti akan jauh. Aku tidak suka pemandangan yang seperti itu. Dan bodohnya lagi, dari awal aku sudah mencintaimu. Dari pertama kita kenalan, saat kita di koridor aku mengukir nama kita disana. Aku juga selalu berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersamamu. Tapi tuhan berkehendak lain, ingat lagu yang aku nyanyikan terakhir kali? Itu aku persembahkan untukmu. J
Tapi aku bahagia karena sekarang kamu juga bahagia bersama ka Rangga. Dia Pria yang pantas untukmu, kamu terlihat sangat nyaman saat berada dipelukannya. Saat itu aku ingin memberikan surat ini. Tapi aku ga mungkin bisa ganggu kalian. Aku akan selalu mencintaimu disini. Aku harap kamu selalu bahagia”
Bagas J
Aku langsung berlari ke koridor dan mencarinya. Semua telah tertutup debu karena sudah 7 tahun lamanya. Aku membersihkannya dan terlihat tulisan I love you Leonie

 “Kamu Bodoh Gas!! :’( Kenapa kamu ga bilang itu dari awal!! :’( Aku juga sangat mencintaimu. Aku sangat ingin selalu bersamamu. Tapi kamu malah buat peraturan aneh kya gtu!! Kamu egois ngerti gak!! :’( “ teriakku pada ukiran itu. “Kenapa kamu membuat aku semakin merasa bersalah!! Aku menyesal ga bisa ngasih hari terakhir buat kamu. Aku malah buat kamu sakit saat melihat aku sama ka Rangga. Iya kan?!! Coba kamu lebih berani mengatakannya, pasti aku akan selalu bersamamu Gas!! :’( “ Aku menangis karena menyesal tak pernah mengerti isi hatinya.