“Hai, kenalin aku Bagas. Kamu?” ucapnya sambil
tersenyum. J “Namaku
Abel Leonie Karia” Balasku ;) . Setidaknya itu yg masih ku ingat saat pertama
kali bertemu dengannya di sebuah lorong saat acara MOS SMA. “Sungguh
tahun-tahun yang sangat indah” ucapku dalam hati ketika mengingat saat di SMA.
“Besok adalah hari terpenting dalam hidupku, aku akan bertemu dengan
sahabat-sahabatku” pikirku senang. “Aku akan mengenangnya sambil membaca diary
ini” kataku dalam hati J
“14, bulan 7 tahun
2005!! -_- ” ucapku saat senior bertanya tanggal hari ini -_- . Hari ini adalah
hari pertamaku masuk kelas. Aku masuk kelas X.1 bersama Bagas, aku merasa
senang karena satu-satunya orang yang sekarang aku kenal bisa bareng :D . Aku
duduk disampingnya walaupun beda tempat duduk, karena masih pakai kursi yang
gabung dengan mejanya. Jadi duduknya satu-satu J. Aku merasa sangat nyaman berteman dengannya. Saat pulang
sekolahpun aku bersamanya karena ternyata rumah kita satu komplek.
Keesokan harinya,
aku menunggu Bagas di depan rumah bersama mamahku. “Selamat pagi tante” ucap
Bagas pada Mamahku setelah sampai. “Jaga Leonie baik-baik ya dek Bagas” jawab
mamahku. Saat di jalanpun aku selalu bercanda dengannya, seperti layaknya teman
yang sudah kenal lama. Di sekolah juga
awalnya selalu berdua namun setelah mengenal teman-teman lain, aku dan
bagas sudah bisa membaur dengan mereka.
“Udah sebulan kita
sekolah disini, perasaan kalian gimana?” tanyaku kepada teman-teman yang selalu
bersamaku. Mereka adalah Rani, Yuki, Tomi dan tentunya Bagas ^_^ . “Awalnya aku
males banget sekolah disini, udah ga ada temen. Ga ada yg ganteng juga :v “
jawab Rani dengan kata ‘Alay’nya . “Sshhh, apaan coba!! :/ Ada kali yang paling
ganteng di sekolah ini.” Ucap Tomi ga terima. “Sapa coba? Oh iya Rangga Ketua
OSIS kita!! J” Jawab
Yuki dengan muka polosnya. “Salah tuh, yang paling Tamvan di sekolah kita itu
‘Duo Migas’ Tomi Bagas” ucap Bagas kepedean. “Hah? Singkatan kalian jelek
banget :3 “ Jawabku dan semuanya tertawa :D .
Suatu hari ada
kegiatan kelompok pelajaran Fisika. Aku sangat bersyukur karena
sahabat-sahabatku masuk kelompokku. Aku selalu senang jika bersama mereka,
selain asik mereka juga selalu mengerti satu sama lain. Dan pada saat itupun
kami membuat suatu perjanjian yang isinya “Kami berlima: Leonita, Rani, Yuki,
Tomi, dan Bagas. Berjanji akan selalu menjadi sahabat sampai kapanpun. Tak ada
rasa sayang melebihi sahabat. Dan jika suatu saat kita mempunyai pacar, kita
harus mementingkan sahabat dari pada pacar.” Awalnya aku sedikit merasa
keberatan karena sebenarnya aku punya rasa sama Bagas L. “Tapi bagaimanapun aku menghargai
perjanjian yang telah kita buat” pikirku.
Tak terasa, tidak
lama lagi kami akan melaksanakan UAS kelas X. Kami memutuskan untuk serius
menghadapinya, dan hanya akan bertemu di sekolah saja. Aku duduk disamping kaka
kelasku yang bernama Rangga, ketua OSIS SMA ini. Dia sangat berwibawa dan
pintar, terbukti karena semua temannya selalu meminta jawaban padanya. Selain
itu juga ka Rangga sangat keren dan tampan ^_^ . Saat aku kebingungan untuk
menjawabpun, ka Rangga selalu memberikan jawaban kepadaku. Aku mulai
mengaguminya dan mencoba melupakan Bagas. Aku mencoba untuk menjalani cinta
bersamanya karena dia selalu membuatku nyaman. J
Enam hari berlalu,
besok adalah UAS terakhir dan kita semua dari kelas X.1 sampai X.12 harus
Menyanyi untuk melaksanakan UAS Seni Budaya. Sepulang sekolah aku langsung
latihan, Kata teman-teman suaraku sangat merdu. Bukannya aku menyombongkan diri
tapi itu memang kenyataannya :D terbukti saat aku Menjuarai The Best Singer di
tingkat Provinsi.
Keesokan harinya
aku bangun pagi-pagi dan siap-siap untuk berangkat karena sudah tidak sabar
untuk melihat teman-temanku menunjukan bakatnya. Aku berangkat bersama Ka Rangga
Pacar pertamaku. Sampainya di Sekolah, aku melihat sahabatku sedang berkumpul.
Tapi aku melihat perbedaan dari diri Bagas. “Kamu sakit?” tanyaku khawatir. “Ngga
ko, emang kenapa? Aku keliatan beda yah? Aku tambah ganteng kn? ^_^ “ jawabnya
mengejekku. “Udah mau mulai tuh, ke Aula yuk” ajak Rani. Akhirmya kita semua
pergi kesana. Aku mendapat urutan ke 10 karena sesuai dengan urutan kelas. Saat
namaku disebut aku langsung ke depan dan semua orang yang ada disitu memberi
tepuk tangan yang sangat meriah. Aku sangat senang dengan situasi ini,
tiba-tiba HandPhoneku berbunyi aku langsung membukanya ternyata sms dari Bagas “Semangat
Singaku <3 ” hatiku menjadi semakin berdebar karena bahagianya. Bagas selalu
memanggilku singa sejak MOS itu. Aku
menyanyi sebuah lagu OST. Titanic My Heart Will Go On. Semuanya hening dan aku
berhasil menyanyikannya tanpa ada kesalahan. Juri memberi ‘standing applause’
kepadaku dan itu membuatku semakin senang. Sampainya di tempat duduk aku diberi
selamat oleh sahabat-sahabatku, dan Bagas hanya tersenyum dan memberiku jempol
:D . Tak lama semua sahabat-sahabatku tampil Rani menyanyikan lagu dari Cinta
Laura – Guardian angel. Yuki lagu dari Negara asalnya Jepang Kokoro no Tomo.
Dan Tomi lagu dari band favoritenya Peterpan :v . “Minder banget, semuanya
nyanyi lagu terkenal. Lah aku Cuma lagu band pendatang baru” ucap Bagas. Bagas
akan tampil terakhir karena sesuai Absen.
“Dan peserta
terakhir kita di kelas X.1 Zaffran Bagas Yudhistira dipersilahkan maju ke
depan” ucap pembawa acara diikuti tepuk tangan semua penonton. Bagas terlihat
berbeda dengan peserta yang lain karena dia tidak lipsing melainkan menggunakan
gitarnya sendiri. “Masih semangat semua? Disini saya akan menyanyikan sebuah
lagu dari Rama yang berjudul Lagu Cinta”
“Aku mencintaimu,
Seperti bintang yang mencintai malam….” Terdengar suara merdu Bagas yang
terlihat sangat menjiwai lagu itu. Aku melihat dia meneteskan air mata, aku
sangat terbawa dengan lagunya membuat mataku berkaca-kaca :’) . Setelah
selesai, semua penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, seolah-olah
Bagas telah menghipnotis mereka. Tapi Bagas langsung pergi entah kemana.
Setelah penampilan Bagas, kami hanya berempat menonton kelas lain. Aku mencoba
menghubunginya namun tak ada jawaban. Aku mencoba keluar Aula dan pergi ke
kopsis untuk membeli minum, di kopsis aku bertemu dengan kak Rangga.
“Penampilan yang keren sayang” J ucapnya sambil memberiku sebotol minuman. “Makasih kak” J jawabku. “Kak, ada sesuatu yang ingin aku
bicarakan” sambungku. Setelah duduk aku bilang ke ka Rangga kalo aku akan
segera meninggalkan SMA ini. Awalnya ka Rangga tidak mengerti apa yang aku
maksud. “Aku akan pindah ke Australia ikut ayahku. Jadi dari pada kakak galau.
Lebih baik kita temenan saja yah” ^_^ jelasku. Kak Rangga akhirnya mengerti
namun ada rasa sedikit kecewa didalam hatinya. “Maaf kak, tapi ini semua yang
terbaik” kataku menenangkannya. Dia kemudian memelukku, saat aku berada
dipelukannya aku melihat Bagas. Tapi dia langsung pergi. “Mungkin dia mau ke
Aula lagi” pikirku.
Akhirnya aku
kembali ke Aula dan memberikan kabar kepindahanku. Semua sahabatku menangis,
aku juga tidak bisa menahan air mataku. :’( “Aku akan selalu ingat kalian, aku juga pasti
memberi kabar.” Kataku kepada mereka.
Keesokan harinya
adalah hari minggu, aku berencana untuk ke rumah Bagas. Karena kemarin aku
belum berpamitan. Tapi saat aku sampai di rumahnya, ternyata dia sedang pergi.
Rumahnya terlihat kosong, pintunya juga di kunci. Aku pulang dan menyiapkan
barang-barangku untuk dibawa ke Australia.
Aku mengambil
fotoku dengan para sahabatku, aku memandangi mereka satu persatu, dan mengingat
saat-saat bersama dengan mereka. “Sungguh suasana yang sangat indah” pikirku
sambil tersenyum.
“hhhuuuuaaahhh” :o
“udah 3 jam aku baca diary ini. Aku akan tidur dan bertemu dengan mereka besok
pagi” J
Keesokan paginya
“Hai. Apa kabar?
Aku Leonie, masih ingat kan?” ucapku ketika Rani mengangkat telvonku. “Hah ini
benar Leonie? Ya ampun aku ga percaya. Tumben banget kmu telvon!! :/ udah 7
tahun kamu ninggalin aku. Ga kasih kabar juga!!” jawab Rani dengan crewetnya.
“Hahaha :D ga ada berubahnya yah kamu? Maaf deh, aku sibuk disana. Kalian berempat
sehat semua kn?” tanyaku. “Aduhhh, bentar yah ini lagi banyak pelanggan. Reuni
nanti malam datang kn? Kita lanjut disana yah? Bye” jawab Rani sambil menutup
telvonnya. Aku lanjut telvon ke Tomi, “Hallo? Dengan siapa ini?” terdengar
suara Tomi disana. “ini Tomi kn? Aku Leonie teman SMA.” Jawabku “Eh, Apa
kabar?” Tanya Tomi singkat seperti waktu SMA dulu. “Baik, kamu sendiri gimana?
Kamu Punya nomor Hpnya Yuki sama Bagas?” tanyaku “Aku baik, Yuki kayanya belum
pulang. Dia nglanjutin study ke Jepang. Kita lanjut ngobrol nanti malam yah”
kata Tomi mengakhiri pembicaraan singkat itu. “Aku sangat merindukan mereka” ucapku
sambil memandang foto saat SMA dulu.
Tak terasa malampun
datang, aku sudah bersiap dengan gaun rancanganku sendiri untuk datang ke acara
Reuni angkatanku ini, yah walaupun aku hanya satu tahun disitu. Tapi aku kangen
semua teman-temanku. Sampainya disana aku bertemu dengan ka Rangga. Ternyata
dia sudah mempunyai anak yang sangat lucu. Aku berbincang dengannya dan tak
lama Tomi menghampiriku. Aku berpelukan dengannya meluapkan rasa rindu ini pada
sahabatku yang sangat pendiam ini. “Leooooo…” terdengar suara Rani berlari dan
langsung memelukku. “aku kangen banget sama kamu” sambungnya. Kami bertiga
duduk bersama teman-teman lainnya. “Bagas kemana? Kok belum datang” tanyaku
bingung. Tomi dan Rani saling memandang dan “Kamu di Australia ngapain ajah?”
tiba-tiba Rani memotong pertanyaanku. Aku menjawab semua pertanyaannya. Dan tak
lama, terdengar suara Bagas bernyanyi. Aku sangat senang mendengar ini, tapi
ternyata hanya tayangan di LCD yang diputar untuk mengingat kenangan lalu. Aku
ditarik Rani dan Tomi ke Lobi. “Leo, aku mau jujur sama kamu. Tapi please, kamu
ga usah sedih dengan hal ini” Kata Tomi serius. “Maksud kamu apa Tom, aku ga
ngerti” kataku. “Coba bilang. tenang, dan katakan semuanya apa yang terjadi”
sambungku. “Rani, sebenernya ada apa? Kenapa kalian jadi seperti ini?” tanyaku
bingung pada Rani. “Kamu sekarang liat itu, perhatikan baik” kata Tomi menunjuk
kepada layar projector.
“in memoriam Zaffran Bagas Yudhistira”
“M,,ma,,maksudnya?
Ini lelucon kan?” kataku terbata-bata. “Jangan Tom, jangan bilang kalo Bagas
udah ga ada!!!” Teriakku kepada Tomi. “Maaf Leonie. Kami merahasiakan ini biar
kamu lebih tenang” kata Rani menenangkanku. “Apa?!! Tenang? Mana mungkin aku bisa
klo Bagas ninggalin aku!! Otak kalian pada kemana!! HAH!!” Bentakku. Aku tak
bisa menerimanya :’( . “Aku masih ga percaya dengan semua ini, aku yakin ini
hanya sebuah lelucon” aku menangis dan berlari ke arah semua tamu undangan. Aku
mencarinya, setiap muka aku lihat dan berharap ada Bagas disana. “Leonie sudah,
Bagas sudah tenang disana” kata Tomi berteriak. Kakiku terasa sangat lemas, aku
terjatuh dan tak bisa berdiri lagi. Rani datang dan menenangkanku. “Ini titipan
dari Bagas” kata Tomi sambil memberikanku sebuah Kotak. Aku membukanya dan ada
sebuah surat dari Bagas.
“Singa :* ? Jaga diri baik-baik yah?
Ingat saat pertama kita berkenalan?
Masa-masa yang indah dalam hidupku adalah saat bersamamu, sangat disayangkan
aku tidak bisa berada di sampingmu selamanya. Maaf sudah menutupi penyakitku
ini, Hanya Tomi yang tau tentang ini semua. Hal terbodoh yang pernah aku
lakukan adalah membuat peraturan supaya kita berlima tidak ada yang berpacaran,
sebenarnya aku hanya ingin mempunyai teman selamanya seperti kamu, Tomi, Yuki
dan Rani. Karena jika salah satu dari kita ada yang saling suka, suatu saat
pasti akan jauh. Aku tidak suka pemandangan yang seperti itu. Dan bodohnya
lagi, dari awal aku sudah mencintaimu. Dari pertama kita kenalan, saat kita di
koridor aku mengukir nama kita disana. Aku juga selalu berkeinginan untuk
menghabiskan waktu bersamamu. Tapi tuhan berkehendak lain, ingat lagu yang aku
nyanyikan terakhir kali? Itu aku persembahkan untukmu. J
Tapi aku bahagia karena sekarang kamu juga
bahagia bersama ka Rangga. Dia Pria yang pantas untukmu, kamu terlihat sangat
nyaman saat berada dipelukannya. Saat itu aku ingin memberikan surat ini. Tapi
aku ga mungkin bisa ganggu kalian. Aku akan selalu mencintaimu disini. Aku
harap kamu selalu bahagia”
Bagas J
Aku langsung
berlari ke koridor dan mencarinya. Semua telah tertutup debu karena sudah 7
tahun lamanya. Aku membersihkannya dan terlihat tulisan I love you Leonie
“Kamu Bodoh Gas!! :’( Kenapa kamu ga bilang
itu dari awal!! :’( Aku juga sangat mencintaimu. Aku sangat ingin selalu
bersamamu. Tapi kamu malah buat peraturan aneh kya gtu!! Kamu egois ngerti
gak!! :’( “ teriakku pada ukiran itu. “Kenapa kamu membuat aku semakin merasa
bersalah!! Aku menyesal ga bisa ngasih hari terakhir buat kamu. Aku malah buat
kamu sakit saat melihat aku sama ka Rangga. Iya kan?!! Coba kamu lebih berani
mengatakannya, pasti aku akan selalu bersamamu Gas!! :’( “ Aku menangis karena
menyesal tak pernah mengerti isi hatinya.