Naruto - Nara Shikamaru Ariz's Blog: 2005
Hallo, saya Mohamad aris febriyanto saya akan share beberapa cerita, selamat menikmati

Tuesday, November 29, 2005

Nice Dream

27/11/2015
Di suatu malam saat hujan datang, aku membawa secangkir coklat panas kesukaanku dan pergi ke kamar. Aku melihat sebuah buku yang dihiasi dengan clip Hello kitty di sampulnya. Aku membukanya dan mulai membacanya. “Hai, aku Alvin. Nama kamu siapa?” Tanya seseorang saat aku memakirkan motor di pagi yang cukup terik ini. “Namaku Anisa,” jawabku sambil menerima jabatan tangannya. “Kita satu kelas kan? Aku kelas B” lanjut dia sambil berjalan menuju kelas untuk pertama kalinya. Sampai di kelas aku bersama ke-2 temanku, mereka adalah Anggi dan Aliva. Aku mengenal mereka saat OSPEK. Selain asik, mereka juga bisa mengerti artinya persahabatan mungkin itu yang membuatku dekat dengan mereka. Kita selalu berempat saat tidak ada kuliah, karena satu teman lagi berbeda kelasnya. Dia bernama Nia.
Aku sekarang kuliah di salah satu PTS di daerah Bandung. Sebenarnya aku tidak ingin kesini, tapi karena aku tidak ingin menolak perintah orang tua untuk pertama kalinya jadi aku terpaksa kuliah disini dan memulai hidup baru disini. Aku sangat suka cuaca disini, di daerah pegunungan yang tidak panas seperti kota asalku. Aku selalu berolahraga di pagi hari sekalian menikmati udara tanpa polusi disini ^_^ .
Di minggu kedua, aku kuliah seperti biasanya. Salah satu temanku ulang tahun dan dia mengadakan sebuah pesta ulang tahun. “Cha, bareng yuk!” ajak Alvin lewat BBMnya. “Icha” itu panggilan aku saat masih kecil tapi semua teman di kelas memanggil itu gara-gara ada yang baca buku diaryku. “Maaf vin, aku bareng sama Aliva.” Balasku. Sampai disana aku bareng Aliva dan Nia. “Happy Birthday Anggi J” semua teman-teman memberi ucapan dan kado untuk Anggi. “Terimakasih buat semua teman-teman. Ini merupakan pesta terindah yang pernah aku rasakan. Silahkan nikmati makanannya.” Kata Anggi. Saat aku sedang ngobrol dengan teman-temanku, tiba-tiba hpku bergetar “Kamu dimana?” pesan dari Alvin. Mataku mencarinya dan ternyata dia ada didepanku, “Di belakangmu” balasku. Dia membuka hpnya dan pergi begitu saja. “Pulang bareng yah?” pesan dia lagi, “Aku kayanya tidur disini vin,” balasku. Aku sedikit bingung dengan dia, dia slalu chat aku kalo mau tidur dan setiap aku bangun tidur dia slalu mengucapkan selamat pagi, aku tidak tahu apa dia mencintaiku atau hanya rindu kasih sayang :D . tapi semua itu tidak aku tanggapi aku takut bermain cinta lagi. Aku takut kjadian dulu akan terulang.
Setiap hari Alvin selalu bersikap baik kepadaku dan dia cukup membuatku nyaman dengan perhatian dan pengertiannya. Di suatu malam aku BBM.an dengannya, dia menceritakan masa kecilnya, walaupun tidak bersamanya tapi aku selalu tersenyum ketika membaca pesan darinya. Aku selalu ingin dia bersikap seperti ini saat di kampus, karena selama ini aku tidak pernah melihat dia menyapaku setiap ketemu apalagi untuk bersama.
Hari ini aku ingin mudik ke bekasi karena libur habis uts. Aku bangun seperti biasanya dan aku membuka hp “I LOVE YOU Icha, Mimipi indah yah” BBM dari Alvin, hal itu membuatku yakin akan ada perubahan dari sikapnya. Aku pergi ke kampus dengan perasaan senang, tapi sampai disana aku ingin segera pergi. Aku dapat kabar dari Anggi kalo Alvin lagi suka sama Anjar teman sekelasku. “Bahkan dia pernah ngajak dinner bareng sama Anjar” Anggi bilang kepadaku. Aku sangat kecewa dengannya, “Padahal aku udah mulai nyaman sama kamu vin!” Bentakku dalam hati. “Udah ga usah nangis, cowok mah emang gitu cha” Kata Aliva menenangkanku. Aku mencoba tenang di dalam kelas dan mulai untuk mengacuhkannya. “Kamu kenapa?” BBM Alvin, tapi aku tidak membalasnya. Saat jam sudah berakhir aku bergegas untuk pulang, aku sudah merindukan semua yang ada di rumah.
“Mau mudik yah? Hati-hati icha ;) “ Kata Alvin lewat bbmnya. “Cha, kamu kenapa? Lagi ada masalah? Cerita napa?” lanjutnya. “Ga papa ko” balasku singkat. Aku duduk di depan rumah sambil memandangi bintang, aku masih kepikiran dengan apa yang sudah dikatakan oleh sahabatku. “Lagi kenapa? Alvin?” tanya mamahku. Aku selalu terbuka dengan mamah bahkan untuk masalah cowok. “Engga mah :) “ jawabku. “Emang mamah ga tau kalo kmu lagi bohong?” ejek mamahku. “Udah ga usah dipikirin, kalo dia beneran sayang sama kamu. Dia pasti ga bakal bikin kamu sedih.” Lanjut mamahku yang berubah jadi pakar cinta :D . “Kamu berbohong aku pun percaya kamu lukai ku tak peduli” tiba-tiba hpku berbunyi. “Udah angkat aja” kata mamahku dan langsung meninggalkanku sendirian. “Icha?” terdengar suara Alvin. “iyah, kenapa?” jawabku. “Kamu lagi ngapain? Aku ganggu ga?” tanya Alvin. “Maaf yah, aku lgi disuruh mamah. BBM.an ajah” jawabku sambil menutup telvon darinya. “Salam buat mamah” Bm dia tapi aku membiarkannya saja.
Aku duduk di ruang keluarga dengan adik dan kakakku juga mamah dan papahku. Aku sangat senang jika bersama mereka, bahkan sekarang aku bisa tersenyum lagi. Aku bercerita semua yang aku alami hidup tanpa mereka disana, dan semua tertawa ketika aku bercerita tentang Alvin. “Yah, kasihan adik aku Galau :D “ ejek Arif, kakakku. “Udah malem tuh, pada tidur. Lampunya matiin!” Perintah papahku yang memang mantan tentara jadi kehidupan di keluargapun disertai dengan aturan-aturan. Tapi semua sudah terbiasa dengan hal itu, ini juga demi kebaikan kita semua.
“Bangun dong, udah pagi nih” seperti biasa ada bbm dari Alvin setiap aku bangun. Tapi aku tidak pernah membalasnya karena aku bingung mau dibalas apa. Hari ini aku Travelling bareng keluarga ke Taman Safari, Bogor.  Aku bertemu dengan teman SMA disana, dia bernama Bagus. Selain teman, dia juga pernah menjadi seseorang yang sangat spesial di hatiku. Aku melihat perbedaan saat SMA dan sekrang, dia terlihat sudah dewasa dalam perkataannya. Aku bertukar nomor dan sms.an sepanjang jalan pulang. Sampainya di rumah aku langsung nyiapin semua yang akan ku bawa kembali ke Bandung karena libur sudah selesai.
Saat aku ingin tidur, aku membuka hp dan ada beberapa BM dari Alvin dan Bagus, tapi aku tidak membalas pesan dari Alvin karena aku merasa tidak ada yang penting dengannya. Aku BBM.an dengan Bagus sampai tengah malam. Dan dia bilang ingin aku bersamanya lagi, tapi aku menolaknya dengan alasan masih trauma pacaran. Tapi setelah itu dia tidak pergi, dia semakin meyakinkanku klo dia memang benar-benar mencintaiku.
Hari-haripun berlalu dan aku semakin terbiasa tanpa Alvin. Aku mencoba untuk melupakannya. “Cha, Aku sayang kamu. Kamu mau ga jadi pacar aku” BBM dia saat pulang. “Buktiin kalo kamu sayang aku,!” jawabku. “Kamu bilang itu langsung di depan teman-teman biar aku percaya” Lanjutku dengan ragu.
Seminggu berlalu dan dia masih tetap cuek seperti biasanya. Aku mencoba berhenti mengharapkan apa yg akan dia lakukan. “Cha, keluar aku di depan kosan kamu” terlihat pesan di hpku. Aku melihat dari jendela dan ternyata memang ada motornya, tiba-tiba hujan datang dengan petir yang sangat besar. Aku mengintip lagi apakah dia masih disana, saat aku melihat dia sedang bersama Doni, sahabatnya. Tapi sepertinya Alvin sedang dalam kondisi yang tidak baik. Aku langsung pergi untuk keluar dan membuka pintu, tapi mereka sudah pergi dengan cepatnya.
Keesokan harinya mereka absen di kelas, aku tidak tahu mengapa dia ga masuk. Aku coba buat bm dia, tapi tidak ada jawaban. 2 haripun berlalu, Doni datang dan menceritakan apa yang terjadi dengan Alvin. “Hari ini Alvin sedang sakit, jadi kalo tidak keberatan nanti sore kita kesana. Setuju?” . Setelah jam selesai aku mencoba menghubungi Alvin, “Kenapa?” tanya Alvin dengan suara parau. “Kita sekelas  mau kesitu” jawabku sambil menutup telvon. Aku kecewa kenapa dia bisa sakit seperti ini, aku juga sangat merasa bersalah. Sampai disana kami disambut oleh keluarganya, “Eh, conge ga dengerin omongan gue luh” kata Alvin ke Doni. “Katanya luh kangen sama temen-temen coeg” jawab Doni dengan akrabnya. “Maaf yah temen-temen ngrepotin kalian, Aku besok berangkat ko” kata Alvin kepada semua yang datang. Mamah Alvin tiba-tiba keluar ruangan, aku melihat sepertinya mamah Alvin sedang menangis. “Alvin sakit apa bu?” tanyaku penasaran “Alvin punya Kanker Otak, kamu yang namanya Icha?” kata Ibu Alvin “Ada sesuatu yang ingin Alvin kasih buat kamu,” lanjutnya. “Bu, pamit yah. Ada mata kuliah setengah jam lagi” kata Aris mengagetkanku. “Oh iya dek, terimakasih sudah datang” jawab ibu Alvin. Dan semuanya pun kembali ke kampus kecuali aku sama Doni, Doni sahabat Alvin dari kecil jadi kemanapun dia tidak mungkin berpisah. “Icha, maaf yah” kata Alvin dengar suara serak. Aku menangis saat mengetahui penyakitnya. Aku memegang tangannya untuk pertama kali. “Aku sayang kamu cha” Katanya sambil menutup mata untuk selamanya. Semuanya menangis termasuk Doni dan aku.
Sebulan berlalu dan aku sudah terbiasa tanpa kehadirannya, tapi tetap saja aku selalu menangis jika mengingatnya. “Cha, sebelum Alvin ninggalin kita, dia nitipin ini ke aku. Tapi maaf aku baru ngasih ke kamu. Oh iya masalah Anjar, sebenernya aku yang ngajak dia dinner soalnya hpku lobet pas itu. Anjar juga tahu ko” kata Doni sambil memberikan sebuah buku kecil. Sampai dirumah aku membukanya, Halaman 1 “Nama Anisa dipanggil Icha. Ga masuk akal :D “ . Halaman 2 “Aku pikir aku menyukainya,” semua terlihat seperti perasaannya kepadaku tapi hanya satu kalimat per halaman. Hal 15 “Kamu kenapa? Ko cuekin aku? Apa ada yang salah?” Hal 16 “Baik-baik disana yah Cha” lalu di Hal 21 “Memang sakit mencintai orang yang tidak mencintai kita. Tapi lebih sakit jika kita mencintai orang dan tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya”. Hal 22 “Hari ini aku ingin membuktikannya, tapi saat aku panggil dia tidak menghiraukan aku” lembar demi lembar aku baca. Hal 25 “Sepertinya sudah ada orang lain dihati kamu yah? Aku akan pergi” Hal 26 “Cha, kamu lagi ngapain? Sudah makan ,...”  dihalaman 26 berisi pertanyaan dan saat aku lihat waktu penulisannya itu saat hp aku matiin seharian. Hal 27 “Kamu berbohong akupun percaya” Hal 28 “Kamu lukai ku tak peduli, coba kau berpikir dimanakah ada cinta yang seperti ini” Hal 29 “Cha, aku sebenernya cemburu dengan Aris, Doni atau yang lain. Mereka bisa dekat dengan kamu dengan mudah. Dan kamu selalu terlihat seperti menyukainya. Aku ingat saat Anggi bilang banyak yang deketin kamu dan kamu ngrespon semua kcuali aku. Hal 30 “Malam ini aku akan membuktikannya” aku ingat malam itu, ketika dia di depan kosan aku. Air mataku jatuh saat aku mengingat hal itu. Hal 31 “Maaf cha, aku cinta kamu dengan cara yang salah” Hal 32 “Sebelum aku meninggalkanmu, aku ingin kamu tahu kalo aku sangat mencintaimu.”
Air mataku keluar, “Kenapa kamu ga bilang sih vin!! Aku juga sama, aku cinta kamu. Tapi apa susahnya sih bilang seperti itu.!!! Teriakku. “Sekarang apa? Kamu ninggalin aku sendiri dengan cinta kamu ini?!! Kenapa kamu ga bilang kalo kamu lagi sakit malam itu! Aku ga tau kalo kamu rela mati demi aku. Aku, Orang yang selalu bikin kecewa kamu!!” Aku melempar bukunya dan ada foto jatuh, aku melihat aku sedang bersamanya saat aku dan Alvin pertama bertemu di parkiran. “Semoga Bahagia Cinta Terakhirku” tulisan di Hal 33. Aku sangat menyesal tidak bisa membahagiakannya di hari terakhirnya. :’(
Paginya aku pergi ke kampus dengan perasaan senang, aku bertemu Alvin walaupun di Mimpi, dia berjanji akan selalu ada di mimpiku jika aku memikirkannya. seperti malam ini aku ingin bertemu dengannya lagi ;)
“Teng tong” jam berbunyi menandakan waktuku untuk tidur “hhuuuuhh ga kerasa udah jam 12 aku baca ini :) . yah Cokelat panasnya jadi Cokelat dingin lagi. -_- “ umpatku. “sungguh masa awal yang indah di Universitas ini walupun 3 semester yang lalu kamu ninggalin aku buat slama-lamanya tapi aku tidak akan pernah melupakanmu.” Kataku sambil mengusap foto yang dia kasih di bukunya 1 setengah tahun yang lalu. :)


Friday, April 29, 2005

Cerita Cinta "Mantan"

Ok, Ketemu lagi bareng gua si ganteng dari negeri Sengon...
Di CERITA aku kali ini aku mau bahas yg namanya MANTAN. Ada lagu yg bilang mantan itu indah dan ada juga yg bilang klo mantan bikin sakit hati. Ya, itu sih pendapat masing” dari kitanya aja mau anggap baik atau nggak... iya ga?
OK ga pake lama ini cerita nyaaaaaaaaa......
Satu hal yg harus luh ingat ini hanya sebuah CERITA!!
Hujan di siang ini membuat aku mengingat apa yg terjadi saat aku masih sekolah di SMP ternama di daerahku. Saat itu tepatnya pukul 09.00 WIB aku keluar dari kelas dan bertemu dengan seseorang yg sangat aku cintai, sebut saja dia Nisa. Nisa adalah cwek terpopuler di sekolahku, dia selalu mendapat peringkat satu paralel tiap kenaikan kelas. Dia memiliki wajah yg sangat menarik, dengan lesung di pipinya sama seperti miliku dan mempunyai badan yg bagus dengan kulit kuning langsat. Truss,,, udahlah pendeskripsian dari Nisa, ntar dianya keGR’an.
Saat aku bertatapan mata dia tersenyum kepadaku dan menghampiriku, “ke KOPSIS yuk” ajaknya sambil menebarkan senyumannya yg akan membuat orang langsung jatuh hati kepadanya. Aku Cuma mengangguk saja. Sampainya disana, aku bingung mau ngapain karena ini pertama kalinya aku ke KOPSIS walaupun udah 2 tahun sekolah disini, aku emang lebih suka ke kantin selain murah” juga banyak tmen aku disana...
Aku duduk disana dan ngobrol ngalor-ngidul sambil bercanda dengannya, dan tak terasa bel tanda masuk kelaspun berbunyi akhirnya aku dan nisa langsung masuk ke kelas masing-masing. Saat aku mau masuk ke kelas aku ditarik oleh Rini salah satu teman nisa “Ris, luh tau ga? Nisa ngumpetin sesuatu dari kmu” bilangnya, “Hah, mksudnya?” tanya aku bingung. “iya aku lihat kemarin dia pergi ke rumah sakit sama keluarganya dan kayanya dia sakit parah” jawabnya. “Ekhem, pelajaran siapa kalian?” tiba2 guru killer ada di belakang saya dan menegurku akhirnya aku langsung masuk ke kelas karena tidak mau mendengar “ocehannya” karena selain killer beliau juga cerewet.
“seluruh pelajaran hari ini telah selesai sampai jumpa besok pagi dengan semangat baru.....” terdengar seorang perempuan berbicara lewat speaker :D yah emang slama ini aku ga pernah tau siapa yg berbicara seperti itu, tapi entah kenapa semua siswa merasa senang jika bel itu berbunyi. Aku jadikan ini sebagai tanda berakhirnya aku bertemu seseorang yg aku sayang, krena selain di sekolah, aku ga pernah bisa ketemu sama Nisa. Aku bergegas ke gerbang untuk menunggu sang pujaan hati datang. “bro ngapain luh, kaya pengemis aja?” ledek Bagus teman seperjuangan aku, “Oh, Nunggu nisa? Dia udah pulang tuh, ijin waktu pelajaran terakhir” kata Alvin teman sekelas Nisa. “udah yuk pulang, ga usah pikirin dia pasti sembuh ko” Rini menenangkanku karena waktu itu dia melihat aku khawatir akan keadaan Nisa. “terimakasih sahabat terbaikku, tanpa kalian mungkin aku akan  hancur dalam suasana seperti ini,” jawabku tersenyum. “Nah, gtu dong” kata mereka bersamaan. “Memang saat di kopsis tadi aku melihat perbedaan dari dirinya, aku harap dia bakal baik-baik saja” kataku dalam hati
Sampainya di rumah, aku langsung ambil handphone ku dan mecoba untuk menghubungi Nisa, tapi setelah berkali” aku coba, tetap saja hasilnya nihil. Ada sih yg angkat cewek Cuma bilang “sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini” Akhirnya aku pake hp mamah aku dan telvon lagi, tapi emang ga aktif nomernya dia.... L
Aku sedih banget, baru aku ngrasain hal seperti ini. “Aku sangat mencintainya dan ga mau kehilangan dia” ucapku lirih sambil meneteskan air mata ingat Nisa. Aku update status “Galau” di fb, dan cewek tercantik di SMP komentar, akhirnya kita ngobrol dilanjutkan ke inbox fb. Dia ketua cheerleaders di SMP, Namanya Meta. Memang terkenal juga sama seperti Nisa tapi bukan karena prestasinya dibidang pendidikan tapi kepandaiannya di olahraga, dia berpartisipasi dalam regu volley dan futsal putri. Semua cwok tertarik kepadanya akan ke”nakal”annya. Seminggu setelah hari itu, Nisa pindah ke Bandung, dan akhirnya aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Meta bukan karena cinta tapi karena rasa kecewa terhadap Nisa yg meninggalkan aku begitu saja. Tapi setelah menjalin hubungan tanpa adanya rasa sayang dalam diri aku, aku akhirnya pergi karena mau serius juga ngejar cita-citaku di pendidikan lebih tinggi.
Aku diterima disalah satu SMA di daerahku, disana aku mempunyai banyak teman baru. Aku nyaman sekolah disana karena peraturannya ga seketat waktu di SMP dan saingan untuk menjadi juarapun semakin sedikit, terbukti aku mendapat posisi 5 besar saat kelas X.
“Huuuhhffftt cape yah cerita masa lalu,” pikirku sambil tersenyum “ kayanya hujan udah reda, cabut yuk” ajak Bagus dan Alvin. Iya mereka di SMApun bareng sama aku dan kita tetep jadi sahabat yang ga akan pernah pisah, walapun kelas kita berbeda tapi setiap istirahat kita ngumpul bareng. Ini kami lakukan supaya persahabatan kita nggak renggang J Oh iya, selama di SMA aku males buat pacaran tapi beda sama Bagus dan Alvin mereka sudah ganti-ganti pasangan, bukannya aku ga laku tapi aku masih inget masa laluku.
“Dingin cuk” ucap Alvin karena tiba-tiba gerimis lagi. Akhirnya Kami pergi ke sebuah warung “Crrreek crreek” terdengar suara gesekan korek api saat Alvin membakar putung rokoknya. Kami memang setiap di sekolahpun merokok disamping kamar mandi. Aku melamun mengingat semua yang pernah aku lakuin di tempat ini, Warung ini adalah tempat dimana Nisa menungguku pas pulang waktu SMP karena tempatnya berada di depan pintu gerbang SMP. Dan tiba-tiba “Mas, Mas Aris sini..” panggil suara dari kejauhan yang ternyata sepupuku yang sedang kesulitan menyalakan mesin motornyaa. Aku menghampiri dan membantunya. “Mas ko ngrokok sih, aku aduin sama Padhe lho” ancamnya. “Udah ga usah bawel, tinggal diem ajah” jawabku sewot. Akhirnya mesin motor pun hidup dan aku kembali ke warung tadi setelah sepupuku mengucapkan terimakasih kepadaku atas pertolongannya. Saat aku ingin kembali ke warung tadi, aku melihat seseorang yang tak asing bagiku sedang bersama Alvin dan Bagus. “Siapa ris? Gebetan?” ketus Alvin “Ciyeee, kenalin dong” ledek Bagus. “Woy Rin, habis kemana luh?” tanyaku pada Rini yg baru saja sampai dengan Nisa. “Habis sekolah lah, kebetulan banget nih ada kalian. Kita Reunian nih?” candanya. “Ciyee, yg sekarang sok ga kenal sama mantan, Ekhem” ledek Bagus kepada Nisa. “Apaan sih kamu gus,” kata Nisa sambil mencoba untuk tersenyum. “Mba, cokelat panas 2 yah” pesanku sama pemilik warung. “tumben banget luh pesen cokelat panas, biasanya juga air putih” kata Alvin mengejekku. Tapi ada benernya juga sih, karena menurutku Air putih adalah air tersehat J “Eh, Nisa.... udah lama yah? Udah 2 tahun lebih lho kamu baru kesini lagi. Emangnya Kamu sekolah dimana?” kata pemilik warung menyapa Nisa. “hehehe iya mba, 3 hari yg lalu aku baru pindah kesini.” Jawabnya. “Masih ingat aja luh minuman favorite Nisa,” kata Rini kepadaku. “Ya iyalah” kata Alvin dan Bagus senyum-senyum gaje. “Oh iya, tujuanku kesini mau ngasih buku novel ini ke kamu vin,” kata Nisa kepada Alvin “Oh itu, aku malah hampir lupa, kamu minjem buku itu” jawabnya “Ya udah kita pamit yah, udah sore nih” kata Rini meninggalkan kami.
......
“udah Ris, sabar... ga usah kesel gitu,,,” kata Alvin saat melihat aku cuma diam. “kalian pernah mencintai seseorang lebih dari satu tahun? Kalian nunggu dia selama itu, dan pas ketemu dia ga nyapa sama sekali. Kalian pernah merasakannya? Dan aku kamu suruh buat sabar?!!” bentakku kepada sahabatku. “aku ngerti ris yang kamu rasakan sekarang, tapi coba kamu pikir. Kaya’nya dia masih ada rasa sama kamu, makanya kya gtu” kata Bagus mencoba menenangkanku. “Rasa apaan!!!” Kesalku. “woy, makan nih sticker” kata Alvin tiba-tiba. “Hah?” jawabku bingung. “Luh rese kalo lagi laper” lanjut Alvin menghiburku. “Hahahaha” Bagus ketawa. “Nah gtu dong, senyum kan cakep.” Ledeknya saat melihat aku tersenyum. “ga tau kalo ga ada kalian mungkin aku ga bisa senyum lagi, kalian memang sahabat terbaikku” kataku dalam hati.
Setelah itu kami pulang dan pada malam harinya, aku mencoba untuk mencari tau nomer hp Nisa. yang aku lakukan pertama itu mencoba untuk minta nomer Hp Rini di fb, dan dia memberitahukannya. Aku langsung sms ke nomer hp nya dan GAGAL. Aku mencoba mengirim kembali dan hasilnya masih sama, akhirnya aku mencoba untuk cek pulsa ternyata pulsaku hanya    Rp. 17 “kaya amat gua ini yah” umpatku kesel dalam hati.
Keesokan harinya setelah aku beli pulsa, aku sms ke Rini buat minta nomernya Nisa. Tapi tetap saja tidak diperbolehkan. Dan 2 hari setelah itu akhirnya aku dapet nomer nisa dari Alvin, yang sebelumnya telah aku suruh. Sepulang sekolah aku mencoba menghubunginya.
Aku     : “Hallo, selamat siang”
Nisa     : “iyah siang, ini siapa?”
Aku     ; “lagi ngapain Nisa?”
Nisa     : “lagi duduk, eh ini Aris yah?”
Aku     : “ntar malem ada acara?
(tuuutt tuuutt tuuut) telvonnya di matikan, aku mencoba untuk menghubunginnya lagi dan direject berkali-kali. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke sekolahnya karena Cuma beda kecamatan sama sekolah aku.
Saat bel berdering aku langsung bergegas menuju ke tempat parkir dan mengambil sepeda motorku. “Bro, duluan yah” kataku kepada sahabatku. “Semoga sukses ris” kata Alvin dan Bagus menyemangatiku karena sudah aku ceritakan saat istirahat apa yg akan aku lakukan.
Sampainya di sekolah Rini dan Nisa. aku mengambil Hpku, “Rin, aku udah sampai nih, kamu dimana?” ucapku saat telvonku mulai diangkat. “Oh iyah bentar, aku ke gerbang sekarang” jawabnya “Nisa mana rin?” tanyaku setelah aku melihat rini datang. “Dia lagi kekamar mandi tunggu ajah” katanya. Memang satu hari sebelumnya aku udah ngrencanain ini sama Rini. Dan sekitar 10 menit akhirnya Nisa datang “Gua mau ganti pakaian dulu yah, kalian ngobrol aja” kata Rini meninggalkan kami. “Eh, Aris... ada perlu apa yah?” tanya Nisa “Nis, kalo nanya itu hadap orangnya oh.” Kata aku dengan lembut “ini aku bawa bunga mawar sama cokelat kesukaan kamu” sambungku. “Makasih, tapi atas dasar apa kamu kasih ini semua,” tanya Nisa bingung. “Aku masih cinta kamu Nis, aku ga bisa lupain kamu..” jawabku. “Hah? Cinta? Apa yg kamu lakuin waktu aku sakit? Apa...??!! kamu malah mutusin aku dan jadian sama Meta kan?!! Kamu ga ingat itu!! Trus waktu aku mau ketemu kamu, kamu malah sama cewek lain!!” Katanya dengan mengeluarkan air mata. Dan tiba-tiba hujan pun datang, “Maaf  Nis, aku ga bermaksud buat kamu sakit hati. Aku juga tau aku salah. Yang waktu itu Cuma sepupu aku, Dan aku janji aku ga bakal ngulangin kesalahan yang sama.” Jawabku. “Basi tau gak!! Udah kamu pulang ajah, ntar Urtikaria (penyakit gatal-gatal yg disebabkan udara dingin atau hujan) kamu kambuh” balas Nisa. “aku ga peduli!! Nis, jawab.. aku janji bakal selalu ada buat kamu, janji nis!!” lantangku keras karena hujan semakin deras. “Makan tuh janji!!” caci Nisa sambil melemparkan bunga dan cokelat yang telah aku berikan lalu pergi meninggalkanku. Aku serasa tertimpa sesuatu yang sangat berat, hatiku sangat hancur karena  sikapnya. Aku nyalakan motorku, dan pergi dari tempat itu. Aku sangat kecewa, orang yg selama ini aku sayangi telah membuatku hancur L dijalanpun aku tidak bisa konsentrasi, dan tiba-tiba saja tanganku merasa gatal yg luar biasa. Akhirnya aku mencoba untuk menggaruknya menggunakan tangan kiriku. karena gas motorku licin kena air hujan, tangan kananku terpeleset dan secara reflek menarik tuas rem, akhirnya aku jatuh tergelincir bersama sepeda motorku. Dan saat aku mencoba berdiri untuk menaiki motorku lagi dari belakang datang sebuah mobil sedan sangat kencang dan tak bisa dihentikan lagi aku tertabrak oleh mobil itu. Aku terpental jauh, aku melihat banyak darah keluar dari seluruh tubuhku. Dan aku melihat Nisa datang menghampiriku sambil menangis. Tapi semuanya gelap, aku tak bisa melihat apapun.
Dan tiba-tiba aku sadar, tapi aku sedang duduk di sebuah kursi di dekat danau yang dihiasi dengan bunga-bunga. Aku mendengar lagu Dont say good bye dari Davichi yang dulu sering dinyanyiin sama Nisa. “Apa ini surga?” pikirku dalam hati. Aku pernah berkhayal dengan Nisa saat masih bersama untuk pergi ketempat seperti ini. “Ar....” Nisa tiba-tiba memanggilku. Dan dia menghampiriku, Nisa menggunakan pakaian serba putih dengan jilbab Rabani segiempat yang aku berikan saat ulang tahunnya. Dia selalu tampil cantik dimataku, dia duduk disampingku.”Kamu sayang aku?” tanyanya dengan senyuman manisnya. “kalo sayang, bangun yah Ar” aku bakal lebih percaya sama kamu. “apa aku sedang bermimpi? Bagaimana caranya agar aku bisa bangun?” lalu tanpa menjawab tiba-tiba Nisa pergi meninggalkan aku sendiri. Aku mencoba memejamkan mataku dan saat aku membuka mataku kembali terasa sangat berat dan aku sudah tidak berada di tempat indah itu, aku mencoba merasakan tubuhku, tapi semuanya sangat sakit digerakan. Aku melihat sekelilingku ada Nisa sedang memegang erat tanganku Dan menangis melihat aku telah sadar. Aku melihat sekelilingku ada mamah papah kakak ada Alvin Bagus sama Rini juga. “kenapa rame banget?” tanyaku bingung. “kan ini ulang tahun kamu sayang” jawab mamahku. “Nisa? mukamu kenapa pucat?” tanyaku setelah melihat Nisa. “Dia yg membawa kamu kesini, Nisa juga belum pulang dari kamu kecelakaan. Dia sayang banget sama kamu, sampe ga makan 3 hari. “ jawab kakakku. “aku ga sadar sampe 3 hari?” tanyaku “Gua kira bakal kehilangan sahabat terbaik kita ya gus” kata Alvin nangis sambil memeluk Bagus. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua. “waahh jagoan papah lama banget tidurnya, mimpi apa kamu disana? Ketemu Nisa?” Canda papah mencoba mencairkan suasana sambil mengelus kepalaku. “Nis, cepet ngomong mumpung udah sadar” kata Rini kpada Nisa. “Ehm, ya udah kita tinggal mereka berdua saja disini” ajak mamah.
Saat semua keluar, “Ar, aku minta maaf ga percaya sama kamu. Aku udah tau semuanya kok dari Alvin sama Bagus. Aku ga tau klo kamu secinta ini sama aku. Dan jawaban yg kamu tanya 3 hari yang lalu. Iya aku mau jadi milikmu lagi, tapi ga usah pisah yah sayang J” jelasnya “Makasih Nisa, aku bakal jaga kamu selamanya. Tapi aku kayanya udah ga kuat lagi Nis“ jawabku terbata-bata lalu aku pejamkan mataku. Nisa kelihatan panik, “Ariss...!!! Dokter... “ teriaknya sambil keluar pintu mencari dokter. Semua orang pun panik tapi papah aku tersenyum karena tahu ini semua hanya akting. Akupun tertawa melihat kelakuan Nisa, “iiihhh Aris apaa-apain sih kamu!!” kata nisa sambil menangis. “Selamat ulang tahun Sayang” kataku kepada Nisa. “iyah kamu juga L”  jawabnya cemberut. aku sama nisa emang ulang tahunnya bareng. “Happy Birthday to you...” Rini, Alvin, dan Bagus membawa kue ulang tahun, datang sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Kamipun menghabiskan kue itu sambil bercanda bersama.
Akhirnya Aku sama Nisa hidup bersama selamanya.

Apa pesan yg dapat kamu ambil dari cerita ini?
Jangan menolong sepupu walaupun motornya mogok? (SALAH!!) :D

Kata mister tukul Ambil positifnya ajah,yang negatif ga usah ditiru, OK?

Baca terus ceritaku yak!! J bakal update setiap rabu dan minggu :)