Ok,
Ketemu lagi bareng gua si ganteng dari negeri Sengon...
Di
CERITA aku kali ini aku mau bahas yg namanya MANTAN. Ada lagu yg bilang mantan
itu indah dan ada juga yg bilang klo mantan bikin sakit hati. Ya, itu sih
pendapat masing” dari kitanya aja mau anggap baik atau nggak... iya ga?
OK
ga pake lama ini cerita nyaaaaaaaaa......
Satu
hal yg harus luh ingat ini hanya sebuah CERITA!!
Hujan
di siang ini membuat aku mengingat apa yg terjadi saat aku masih sekolah di SMP
ternama di daerahku. Saat itu tepatnya pukul 09.00 WIB aku keluar dari kelas
dan bertemu dengan seseorang yg sangat aku cintai, sebut saja dia Nisa. Nisa
adalah cwek terpopuler di sekolahku, dia selalu mendapat peringkat satu paralel
tiap kenaikan kelas. Dia memiliki wajah yg sangat menarik, dengan lesung di
pipinya sama seperti miliku dan mempunyai badan yg bagus dengan kulit kuning
langsat. Truss,,, udahlah pendeskripsian dari Nisa, ntar dianya keGR’an.
Saat
aku bertatapan mata dia tersenyum kepadaku dan menghampiriku, “ke KOPSIS yuk”
ajaknya sambil menebarkan senyumannya yg akan membuat orang langsung jatuh hati
kepadanya. Aku Cuma mengangguk saja. Sampainya disana, aku bingung mau ngapain
karena ini pertama kalinya aku ke KOPSIS walaupun udah 2 tahun sekolah disini, aku
emang lebih suka ke kantin selain murah” juga banyak tmen aku disana...
Aku
duduk disana dan ngobrol ngalor-ngidul sambil bercanda dengannya, dan tak
terasa bel tanda masuk kelaspun berbunyi akhirnya aku dan nisa langsung masuk
ke kelas masing-masing. Saat aku mau masuk ke kelas aku ditarik oleh Rini salah
satu teman nisa “Ris, luh tau ga? Nisa ngumpetin sesuatu dari kmu” bilangnya,
“Hah, mksudnya?” tanya aku bingung. “iya aku lihat kemarin dia pergi ke rumah
sakit sama keluarganya dan kayanya dia sakit parah” jawabnya. “Ekhem, pelajaran
siapa kalian?” tiba2 guru killer ada di belakang saya dan menegurku akhirnya
aku langsung masuk ke kelas karena tidak mau mendengar “ocehannya” karena
selain killer beliau juga cerewet.
“seluruh
pelajaran hari ini telah selesai sampai jumpa besok pagi dengan semangat
baru.....” terdengar seorang perempuan berbicara lewat speaker :D yah emang
slama ini aku ga pernah tau siapa yg berbicara seperti itu, tapi entah kenapa
semua siswa merasa senang jika bel itu berbunyi. Aku jadikan ini sebagai tanda
berakhirnya aku bertemu seseorang yg aku sayang, krena selain di sekolah, aku
ga pernah bisa ketemu sama Nisa. Aku bergegas ke gerbang untuk menunggu sang
pujaan hati datang. “bro ngapain luh, kaya pengemis aja?” ledek Bagus teman
seperjuangan aku, “Oh, Nunggu nisa? Dia udah pulang tuh, ijin waktu pelajaran
terakhir” kata Alvin teman sekelas Nisa. “udah yuk pulang, ga usah pikirin dia
pasti sembuh ko” Rini menenangkanku karena waktu itu dia melihat aku khawatir
akan keadaan Nisa. “terimakasih sahabat terbaikku, tanpa kalian mungkin aku
akan hancur dalam suasana seperti ini,”
jawabku tersenyum. “Nah, gtu dong” kata mereka bersamaan. “Memang saat di
kopsis tadi aku melihat perbedaan dari dirinya, aku harap dia bakal baik-baik
saja” kataku dalam hati
Sampainya
di rumah, aku langsung ambil handphone ku dan mecoba untuk menghubungi Nisa,
tapi setelah berkali” aku coba, tetap saja hasilnya nihil. Ada sih yg angkat
cewek Cuma bilang “sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini”
Akhirnya aku pake hp mamah aku dan telvon lagi, tapi emang ga aktif nomernya
dia.... L
Aku
sedih banget, baru aku ngrasain hal seperti ini. “Aku sangat mencintainya dan
ga mau kehilangan dia” ucapku lirih sambil meneteskan air mata ingat Nisa. Aku
update status “Galau” di fb, dan cewek tercantik di SMP komentar, akhirnya kita
ngobrol dilanjutkan ke inbox fb. Dia ketua cheerleaders di SMP, Namanya Meta.
Memang terkenal juga sama seperti Nisa tapi bukan karena prestasinya dibidang
pendidikan tapi kepandaiannya di olahraga, dia berpartisipasi dalam regu volley
dan futsal putri. Semua cwok tertarik kepadanya akan ke”nakal”annya. Seminggu
setelah hari itu, Nisa pindah ke Bandung, dan akhirnya aku memutuskan untuk
menjalin hubungan dengan Meta bukan karena cinta tapi karena rasa kecewa
terhadap Nisa yg meninggalkan aku begitu saja. Tapi setelah menjalin hubungan
tanpa adanya rasa sayang dalam diri aku, aku akhirnya pergi karena mau serius
juga ngejar cita-citaku di pendidikan lebih tinggi.
Aku
diterima disalah satu SMA di daerahku, disana aku mempunyai banyak teman baru. Aku
nyaman sekolah disana karena peraturannya ga seketat waktu di SMP dan saingan
untuk menjadi juarapun semakin sedikit, terbukti aku mendapat posisi 5 besar
saat kelas X.
“Huuuhhffftt
cape yah cerita masa lalu,” pikirku sambil tersenyum “ kayanya hujan udah reda,
cabut yuk” ajak Bagus dan Alvin. Iya mereka di SMApun bareng sama aku dan kita
tetep jadi sahabat yang ga akan pernah pisah, walapun kelas kita berbeda tapi
setiap istirahat kita ngumpul bareng. Ini kami lakukan supaya persahabatan kita
nggak renggang J Oh iya, selama di SMA aku males
buat pacaran tapi beda sama Bagus dan Alvin mereka sudah ganti-ganti pasangan,
bukannya aku ga laku tapi aku masih inget masa laluku.
“Dingin
cuk” ucap Alvin karena tiba-tiba gerimis lagi. Akhirnya Kami pergi ke sebuah
warung “Crrreek crreek” terdengar suara gesekan korek api saat Alvin membakar
putung rokoknya. Kami memang setiap di sekolahpun merokok disamping kamar
mandi. Aku melamun mengingat semua yang pernah aku lakuin di tempat ini, Warung
ini adalah tempat dimana Nisa menungguku pas pulang waktu SMP karena tempatnya
berada di depan pintu gerbang SMP. Dan tiba-tiba “Mas, Mas Aris sini..” panggil
suara dari kejauhan yang ternyata sepupuku yang sedang kesulitan menyalakan
mesin motornyaa. Aku menghampiri dan membantunya. “Mas ko ngrokok sih, aku
aduin sama Padhe lho” ancamnya. “Udah ga usah bawel, tinggal diem ajah” jawabku
sewot. Akhirnya mesin motor pun hidup dan aku kembali ke warung tadi setelah
sepupuku mengucapkan terimakasih kepadaku atas pertolongannya. Saat aku ingin
kembali ke warung tadi, aku melihat seseorang yang tak asing bagiku sedang
bersama Alvin dan Bagus. “Siapa ris? Gebetan?” ketus Alvin “Ciyeee, kenalin
dong” ledek Bagus. “Woy Rin, habis kemana luh?” tanyaku pada Rini yg baru saja
sampai dengan Nisa. “Habis sekolah lah, kebetulan banget nih ada kalian. Kita
Reunian nih?” candanya. “Ciyee, yg sekarang sok ga kenal sama mantan, Ekhem” ledek
Bagus kepada Nisa. “Apaan sih kamu gus,” kata Nisa sambil mencoba untuk
tersenyum. “Mba, cokelat panas 2 yah” pesanku sama pemilik warung. “tumben
banget luh pesen cokelat panas, biasanya juga air putih” kata Alvin mengejekku.
Tapi ada benernya juga sih, karena menurutku Air putih adalah air tersehat J “Eh, Nisa.... udah lama yah? Udah 2 tahun lebih lho
kamu baru kesini lagi. Emangnya Kamu sekolah dimana?” kata pemilik warung
menyapa Nisa. “hehehe iya mba, 3 hari yg lalu aku baru pindah kesini.”
Jawabnya. “Masih ingat aja luh minuman favorite Nisa,” kata Rini kepadaku. “Ya
iyalah” kata Alvin dan Bagus senyum-senyum gaje. “Oh iya, tujuanku kesini mau
ngasih buku novel ini ke kamu vin,” kata Nisa kepada Alvin “Oh itu, aku malah
hampir lupa, kamu minjem buku itu” jawabnya “Ya udah kita pamit yah, udah sore
nih” kata Rini meninggalkan kami.
......
“udah
Ris, sabar... ga usah kesel gitu,,,” kata Alvin saat melihat aku cuma diam.
“kalian pernah mencintai seseorang lebih dari satu tahun? Kalian nunggu dia
selama itu, dan pas ketemu dia ga nyapa sama sekali. Kalian pernah
merasakannya? Dan aku kamu suruh buat sabar?!!” bentakku kepada sahabatku. “aku
ngerti ris yang kamu rasakan sekarang, tapi coba kamu pikir. Kaya’nya dia masih
ada rasa sama kamu, makanya kya gtu” kata Bagus mencoba menenangkanku. “Rasa
apaan!!!” Kesalku. “woy, makan nih sticker” kata Alvin tiba-tiba. “Hah?”
jawabku bingung. “Luh rese kalo lagi laper” lanjut Alvin menghiburku.
“Hahahaha” Bagus ketawa. “Nah gtu dong, senyum kan cakep.” Ledeknya saat
melihat aku tersenyum. “ga tau kalo ga ada kalian mungkin aku ga bisa senyum
lagi, kalian memang sahabat terbaikku” kataku dalam hati.
Setelah
itu kami pulang dan pada malam harinya, aku mencoba untuk mencari tau nomer hp
Nisa. yang aku lakukan pertama itu mencoba untuk minta nomer Hp Rini di fb, dan
dia memberitahukannya. Aku langsung sms ke nomer hp nya dan GAGAL. Aku mencoba
mengirim kembali dan hasilnya masih sama, akhirnya aku mencoba untuk cek pulsa
ternyata pulsaku hanya Rp. 17 “kaya
amat gua ini yah” umpatku kesel dalam hati.
Keesokan
harinya setelah aku beli pulsa, aku sms ke Rini buat minta nomernya Nisa. Tapi
tetap saja tidak diperbolehkan. Dan 2 hari setelah itu akhirnya aku dapet nomer
nisa dari Alvin, yang sebelumnya telah aku suruh. Sepulang sekolah aku mencoba
menghubunginya.
Aku : “Hallo, selamat siang”
Nisa : “iyah siang, ini siapa?”
Aku ; “lagi ngapain Nisa?”
Nisa : “lagi duduk, eh ini Aris yah?”
Aku : “ntar malem ada acara?
(tuuutt
tuuutt tuuut) telvonnya di matikan, aku mencoba untuk menghubunginnya lagi dan
direject berkali-kali. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke sekolahnya karena
Cuma beda kecamatan sama sekolah aku.
Saat
bel berdering aku langsung bergegas menuju ke tempat parkir dan mengambil
sepeda motorku. “Bro, duluan yah” kataku kepada sahabatku. “Semoga sukses ris”
kata Alvin dan Bagus menyemangatiku karena sudah aku ceritakan saat istirahat
apa yg akan aku lakukan.
Sampainya
di sekolah Rini dan Nisa. aku mengambil Hpku, “Rin, aku udah sampai nih, kamu
dimana?” ucapku saat telvonku mulai diangkat. “Oh iyah bentar, aku ke gerbang
sekarang” jawabnya “Nisa mana rin?” tanyaku setelah aku melihat rini datang.
“Dia lagi kekamar mandi tunggu ajah” katanya. Memang satu hari sebelumnya aku
udah ngrencanain ini sama Rini. Dan sekitar 10 menit akhirnya Nisa datang “Gua
mau ganti pakaian dulu yah, kalian ngobrol aja” kata Rini meninggalkan kami.
“Eh, Aris... ada perlu apa yah?” tanya Nisa “Nis, kalo nanya itu hadap orangnya
oh.” Kata aku dengan lembut “ini aku bawa bunga mawar sama cokelat kesukaan
kamu” sambungku. “Makasih, tapi atas dasar apa kamu kasih ini semua,” tanya
Nisa bingung. “Aku masih cinta kamu Nis, aku ga bisa lupain kamu..” jawabku. “Hah?
Cinta? Apa yg kamu lakuin waktu aku sakit? Apa...??!! kamu malah mutusin aku
dan jadian sama Meta kan?!! Kamu ga ingat itu!! Trus waktu aku mau ketemu kamu,
kamu malah sama cewek lain!!” Katanya dengan mengeluarkan air mata. Dan
tiba-tiba hujan pun datang, “Maaf Nis,
aku ga bermaksud buat kamu sakit hati. Aku juga tau aku salah. Yang waktu itu
Cuma sepupu aku, Dan aku janji aku ga bakal ngulangin kesalahan yang sama.”
Jawabku. “Basi tau gak!! Udah kamu pulang ajah, ntar Urtikaria (penyakit
gatal-gatal yg disebabkan udara dingin atau hujan) kamu kambuh” balas Nisa.
“aku ga peduli!! Nis, jawab.. aku janji bakal selalu ada buat kamu, janji
nis!!” lantangku keras karena hujan semakin deras. “Makan tuh janji!!” caci
Nisa sambil melemparkan bunga dan cokelat yang telah aku berikan lalu pergi
meninggalkanku. Aku serasa tertimpa sesuatu yang sangat berat, hatiku sangat hancur
karena sikapnya. Aku nyalakan motorku,
dan pergi dari tempat itu. Aku sangat kecewa, orang yg selama ini aku sayangi
telah membuatku hancur L dijalanpun aku tidak bisa
konsentrasi, dan tiba-tiba saja tanganku merasa gatal yg luar biasa. Akhirnya
aku mencoba untuk menggaruknya menggunakan tangan kiriku. karena gas motorku
licin kena air hujan, tangan kananku terpeleset dan secara reflek menarik tuas
rem, akhirnya aku jatuh tergelincir bersama sepeda motorku. Dan saat aku
mencoba berdiri untuk menaiki motorku lagi dari belakang datang sebuah mobil
sedan sangat kencang dan tak bisa dihentikan lagi aku tertabrak oleh mobil itu.
Aku terpental jauh, aku melihat banyak darah keluar dari seluruh tubuhku. Dan
aku melihat Nisa datang menghampiriku sambil menangis. Tapi semuanya gelap, aku
tak bisa melihat apapun.
Dan
tiba-tiba aku sadar, tapi aku sedang duduk di sebuah kursi di dekat danau yang
dihiasi dengan bunga-bunga. Aku mendengar lagu Dont say good bye dari Davichi
yang dulu sering dinyanyiin sama Nisa. “Apa ini surga?” pikirku dalam hati. Aku
pernah berkhayal dengan Nisa saat masih bersama untuk pergi ketempat seperti
ini. “Ar....” Nisa tiba-tiba memanggilku. Dan dia menghampiriku, Nisa
menggunakan pakaian serba putih dengan jilbab Rabani segiempat yang aku berikan
saat ulang tahunnya. Dia selalu tampil cantik dimataku, dia duduk
disampingku.”Kamu sayang aku?” tanyanya dengan senyuman manisnya. “kalo sayang,
bangun yah Ar” aku bakal lebih percaya sama kamu. “apa aku sedang bermimpi?
Bagaimana caranya agar aku bisa bangun?” lalu tanpa menjawab tiba-tiba Nisa
pergi meninggalkan aku sendiri. Aku mencoba memejamkan mataku dan saat aku
membuka mataku kembali terasa sangat berat dan aku sudah tidak berada di tempat
indah itu, aku mencoba merasakan tubuhku, tapi semuanya sangat sakit digerakan.
Aku melihat sekelilingku ada Nisa sedang memegang erat tanganku Dan menangis
melihat aku telah sadar. Aku melihat sekelilingku ada mamah papah kakak ada
Alvin Bagus sama Rini juga. “kenapa rame banget?” tanyaku bingung. “kan ini
ulang tahun kamu sayang” jawab mamahku. “Nisa? mukamu kenapa pucat?” tanyaku
setelah melihat Nisa. “Dia yg membawa kamu kesini, Nisa juga belum pulang dari
kamu kecelakaan. Dia sayang banget sama kamu, sampe ga makan 3 hari. “ jawab
kakakku. “aku ga sadar sampe 3 hari?” tanyaku “Gua kira bakal kehilangan
sahabat terbaik kita ya gus” kata Alvin nangis sambil memeluk Bagus. Aku hanya
tersenyum melihat kelakuan mereka berdua. “waahh jagoan papah lama banget
tidurnya, mimpi apa kamu disana? Ketemu Nisa?” Canda papah mencoba mencairkan
suasana sambil mengelus kepalaku. “Nis, cepet ngomong mumpung udah sadar” kata
Rini kpada Nisa. “Ehm, ya udah kita tinggal mereka berdua saja disini” ajak
mamah.
Saat
semua keluar, “Ar, aku minta maaf ga percaya sama kamu. Aku udah tau semuanya
kok dari Alvin sama Bagus. Aku ga tau klo kamu secinta ini sama aku. Dan
jawaban yg kamu tanya 3 hari yang lalu. Iya aku mau jadi milikmu lagi, tapi ga
usah pisah yah sayang J” jelasnya “Makasih Nisa, aku
bakal jaga kamu selamanya. Tapi aku kayanya udah ga kuat lagi Nis“ jawabku
terbata-bata lalu aku pejamkan mataku. Nisa kelihatan panik, “Ariss...!!!
Dokter... “ teriaknya sambil keluar pintu mencari dokter. Semua orang pun panik
tapi papah aku tersenyum karena tahu ini semua hanya akting. Akupun tertawa
melihat kelakuan Nisa, “iiihhh Aris apaa-apain sih kamu!!” kata nisa sambil
menangis. “Selamat ulang tahun Sayang” kataku kepada Nisa. “iyah kamu juga L” jawabnya
cemberut. aku sama nisa emang ulang tahunnya bareng. “Happy Birthday to you...”
Rini, Alvin, dan Bagus membawa kue ulang tahun, datang sambil menyanyikan lagu
selamat ulang tahun. Kamipun menghabiskan kue itu sambil bercanda bersama.
Akhirnya
Aku sama Nisa hidup bersama selamanya.
Apa
pesan yg dapat kamu ambil dari cerita ini?
Jangan
menolong sepupu walaupun motornya mogok? (SALAH!!) :D
Kata
mister tukul Ambil positifnya ajah,yang negatif ga usah ditiru, OK?
Baca
terus ceritaku yak!! J bakal update setiap rabu dan
minggu :)
No comments:
Post a Comment