Naruto - Nara Shikamaru Ariz's Blog: Jangan cintai aku 100%
Hallo, saya Mohamad aris febriyanto saya akan share beberapa cerita, selamat menikmati

Sunday, July 1, 2007

Jangan cintai aku 100%

Ok, ketemu lagi breng gue. Sebelumnya gue minta maaf karena udah lama ga posting cerita” yg bisa menjadi teman tidur kalian .
Di cerita gue kali ini, gua mau bahas tentang orang yg suka ngrokok dan.....

Dari pada penasaran kita lihat aja langsung ceritanya.....


Sore itu aku sedang duduk di sebuah kursi taman yg mengelilingi sebuah kolam. Gemercik air yg terdengar merdu ditelingaku membuatku sedikit mengantuk. “lama banget sih tuh anak” timpalku karena mulai jenuh menunggu. Akhirnya aku coba berkeliling dan aku melihat secarik kertas di pohon, aku coba untuk mengambilnya. “Happy anniversary Tasya”  dan tiba-tiba ada anak kecil yg menghampiriku. “ini pesan dari kakak yg disana” dia memberikan sepucuk surat dan menunjuk seseorang yg sedang berdiri dan memandangiku. “Apakah dia Rasya?” pikirku dalam hati. Aku coba menghampirinya dan ternyata dugaanku memang benar. Aku sangat senang melihat dia, “Aku kangen banget sama kmu Tasya” ucapnya sambil memelukku. “Kamu bohong, seminggu apanya! Kmu udah ninggalin aku hampir sebulan” balasku. “Masa sih? Kamu ga kangen yah?” ledek Rasya sambil mencubit hidungku. “Kamu ngapain disini?” lanjutnya. “lagi nunggu temen, tapi ga tau dia lama banget” jawabku, dan tiba-tiba hujan datang, aku dan Rasya segera berteduh. Rasya memelukku karena mengerti klo aku kedinginan, aku sangat nyaman berada didekapannya. “Tasya?” ucapnya lirih. Aku memandangnya dan bibir kami saling bertemu, ini membuatku merasa semakin nyaman berada disampingnya. Tanganku mencoba untuk merangkulnya, dan dia memelukku. “Aku mencintaimu” ucapku dan mengecup pipinya.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba sebuah mobil datang menghampiri kami, “Tasya cepat pulang!” ternyata kakakku datang untuk menjemputku. Akhirnya aku pulang meninggalkan Rasya sendirian. Sampainya di rumah, aku “ngBM” Rasya, “Kamu udah pulang kan?”. “Udah ko, ini lagi mampir buat beli makan malam” jawabnya menenangkanku. Aku sangat senang karena pacarku telah pulang dari singapura buat jemput ayahnya. “aku mencoba untuk menulis tentang apa yg terjadi di hari terakhir libur semester ini di diary pribadiku”.
Keesokan harinya aku kembali berangkat ke kampus bareng sahabatku Rina, dia emang orangnya crewet banget, sok, tapi dia sahabat terbaikku sejak SMA. Aku sekarang kuliah di salah satu PTN yang ada di Jakarta. Aku disini “sangat rajin dan pekerja keras” setidaknya itu yg dikatakan oleh teman-temanku. Dan sainganku adalah Rasya, dia tidak lebih rajin dariku tetapi dia selalu berada diatasku. Aku kadang merasa bingung dengan semua ini, tapi dibalik semua itu aku sangat menyayanginya sebagai teman hidupku. Hubungan kami dengannya semakin hari semakin dekat, aku sesekali main ke rumahnya untuk silaturahmi dengan keluarganya dan mereka sangat merestui hubungan ini.
Di kampus aku tidak pernah bersama Rasya, karena Universitas ini tidak memperbolehkan mahasiswa berpacaran di kampus, ini sebenarnya aneh sih Cuma aku mau gimana lagi, ini kan peraturan. Tapi aku dan Rasya juga sepakat untuk bersaing menjadi nomor satu di jurusan Teknik Informatika ini. J
Hari demi hari berlalu, hubunganku dengannya menjadi sedikit jauh. Aku sebenarnya tidak tau apa yg terjadi dengannya, tapi disetiap aku ajak dia makan malam atau nonton dia selalu menolaknya. Aku berpikir mungkin ini karena minggu depan ada UAS. Aku coba main ke rumahnya, tapi keliatannya sangat sepi dan tiba-tiba keluar seorang cewek dari rumah itu dan juga Rasya. Aku tidak dapat mendengar apa yg mereka bicarakan tapi itu sangat membuatku marah “Ga pernah ngabarin, tapi malah selingkuh!!” ucapku dalam hati. Aku segera pulang, untuk menenangkan pikiranku.
Keesokan harinya, aku melihat Rasya. Dia bersama Galih, sahabatnya. Mereka selalu berdua kemanapun perginya. Aku tidak jarang menanyakan tentang Rasya ke Galih. Dia sebenarnya sama-sama suka dengan Rina anehnya mereka tidak pernah jadian (-_-). Hari ini adalah hari pertama kami UAS dan aku sangat bersemangat karena semalaman aku belajar sungguh-sungguh. “Semangat Tasya” sms yang dikirim Rasya. Aku memandangnya dan memberikan senyuman indahku. Setalah selesai aku tidak melihatnya. Mungkin dia sangat sibuk belakangan ini. Aku coba untuk mengerti keadaanya tapi aku masih curiga siapa cewek semalam. Aku coba bertanya sama Galih tapi dia tidak mengenalnya. Tapi rasa cemburu dan curiga tak pernah membuatku menjadi bimbang. J
Tak terasa seminggupun berlalu, Hari ini adalah pembagian nilai semester. Aku berlari ke Ruang dosen “Hasil Ujian Akhir Semester Teknik Informatika.... 1. A. Natasya Naziyanto” aku sangat senang karena namaku berada diurutan pertama. “Ciyee akhirnya bisa ngalahin Rasya. Traktir dong” kata Rani. Akhirnya aku mengajak dia ke kantin buat ngrayain ini semua. Disana aku juga bertemu  dengan Rasya dan Galih. “Selamat sayang” ucap Rasya sambil tersenyum. Tapi sepertinya aku melihat perbedaan pada sikapnya. “Ntar sore kosong ngga?” tanya Rasya mengagetkanku. “iyah. Kenapa?” jawabku kaget. “Aku jemput jam 7 yah” balasnya dan dia langsung pergi. Tapi aku seneng banget walaupun udah 5 tahun, ini pertama kalinya dia ngajak aku pergi.
“Aku akan menjadikan malam ini, malam terindah buat hubungan kita” ucapku. “mau kemana luh? Dapet peringkat satu aja udah sok-sokan” ucap kakakku. “Ditungguin Rasya tuh diluar” lanjutnya. Aku langsung keluar dan melihat dia sedang bersama mamahku. “Mah, pergi dulu yah” ucapku. “Hati-hati ya Rasya” balas mamah kepada Rasya. Akhirnya kita pergi makan malem ke salah satu tempat makan yg terkenal disini. Dia sangat terlihat beda malam ini, aku merasa klo dia nutupin sesuatu terhadapku. Tapi dia tidak pernah mengatakan hal itu.
Setelah selesai makan aku meminum minuman favorite kita “Capucchino Float”. “Tasya” panggil Rasya kepadaku. “Yah? Kenapa sayang?” jawabku. “Jangan cintai aku 100%” ucapnya mengagetkanku. “Hah? Maksudnya gimana?” tanyaku bingung. “Aku takut, aku bakal ninggalin kamu” jawabnya. “Kenapa kamu ngomong gtu? Kamu mau ninggalin aku? Sekarang aja Rasya jika itu tujuan akhir kamu pada hubungan kita!!!” Aku sangat kecewa mendengar perkataanya. Aku berlari keluar dan memutuskan untuk pulang. Tapi setelah aku melihat ke belakang Rasya tidak mengejarku. “Cowok apaan coba dia!! Ngbiarin ceweknya dijalan sendirian gini.” Maki aku dalam hati. Dan tiba-tiba “Tasya, mau kemana luh?” Galih mengagetkanku dengan motornya. “Pulang yuk, udah malem nih” ajaknya. Aku hanya ga ingin knapa-knapa jadi aku pulang dengannya. Sampainya di rumah, mamah bingung kenapa ga pulang sama Rasya. Aku terpaksa berbohong untuk menjaga nama baik Rasya di keluarga ini karena aku sangat sayang kepadanya.
Setelah kejadian itu, aku tidak pernah komunikasian dengan Rasya. Di kampus juga aku tidak bertemu dengannya.  Aku sebenarnya sangat rindu padanya, tapi aku gengsi jika cewek harus ngabarin duluan. Setelah 3 hari tdk bertemu dengannya aku mencoba tanya Galih tapi dia juga tidak mengetahuinya dan dia menyuruhku untuk menghubunginya. 4 hari kemudian aku menyerah dengan pendirianku. Aku telvon Rasya tapi panggilannya dialihkan, aku biarkan saja dan aku terhubung dengan seseorang. “Tasya?” suara mamahnya Rasya terdengar.  “Iya tante ini aku, Rasyanya ada? Sekarang tante ada dimana?” tanyaku sontak setelah mendengar orang menangis disana. “Rasya sedang di Rumah sakit. Kamu kesini yah”. Aku langsung berlari ke rumah sakit tempat Rasya dirawat. Sampai disana aku melihat Rasya sedang berbaring, Galih, Mamahnya dan adiknya, cewek yang waktu itu di rumahnya. “Aku bahkan berpikir kalo kamu mau ninggalin aku, aku kira cwek yang waktu itu bukan adik kamu, aku sangat menyesal dengan apa yang aku lakukan. Jangan cinta kamu 100%? Aku ga bisa melakukan itu Rasya. Aku udah terlanjur sayang banget sama kmu. Tapi knapa kmu gini!! Kamu masih ingat seminggu yg lalu kita makan malam?” ucapku kepada Rasya. “Oh, Tasya sebenarnya waktu itu, Rasya penyakitnya sedang kambuh. Waktu kamu pergi juga dia yg menyuruhku menjemputmu. Dia sayang banget sama kamu” Potong Galih membuatku baru sadar kalo Rasya ga pernah ingin mengecewakan aku. “Rasya, bangun dong...” aku menangis sambil menggenggam tangannya.
Tiba-tiba air mata Rasya keluar dan dia terbangun. Semuanya bersyukur atas hal ini, aku sebenarnya belum mengerti penyakit apa yg dideritanya. “Tasya, aku sayang kamu” ucapnya sambil mengusap air mataku. Aku hanya terdiam melihatnya, dan tiba-tiba dia mengeluarkan darah saat batuk. Dan aku baru sadar klo itu adalah saat terakhirnya berada di dunia ini. Aku sangat menyesali dengan  semua ini dan kadang aku bertanya-tanya, Kenapa aku tidak ada untuknya disaat dia mau pergi? Knapa aku pernah berpikir buruk tentangnya walaupun dia sebenarnya ga pernah ingin membuatku kecewa? Aku ga akan sesedih ini jika egoku bisa ku atasi. “Maafkan aku Rasya.. aku masih egois ke kamu, aku akan menyesalinya” tangisku dalam hati. “

Selembar surat pun diberikan oleh adiknya kepadaku.
Kenang-kenangan yang selalu ku simpan darinya

No comments:

Post a Comment